Depan > Index Berita > BkkbN Aceh Bentuk Sekolah Siaga Kependudukan di SMAN 1 Langsa
BkkbN Aceh Bentuk Sekolah Siaga Kependudukan di SMAN 1 Langsa
Kamis, 25 Januari 2018

LANGSA - Kepala Perwakilan BkkbN Provinsi Aceh, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd melaunching SMA Negeri 1 Kota Langsa Sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Pojok Kependudukan di gedung serba guna SMA tersebut, Rabu (24/01/2018).

Hadir Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Suriyatno AP, MSP dari Perwakilan BkkbN Aceh, Kabid Pengendalian Penduduk, Irma Dimyati SE, M.Si, Ketua Dharma Wanita Persatuan BkkbN provinsi, Rinawati Siregar, Kasubbid Kerjasama Pendidikan kependudukan Dian Elita TR S.Sos, Widyaiswara, Yuniarini S.Psi, MA, Kepala Dinas P3A Dalduk dan KB, Safrina Salim SKM, M.Kes, Dinas Kesehatan, Pasiter Kodim 0104 Aceh Timur, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Langsa, dan Camat Langsa Baro.

Kepala Perwakilan BkkbN Aceh, Sahidal Kastri dalam pidatonya, mengajak para dewan guru dan stakeholder untuk bersama-sama peduli terhadap Pendidikan Kependudukan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat dengan menanamkan 8 fungsi Keluarga.

"Delapan fungsi keluarga ini penting karena didalamnya terdapat nilai-nilai moral yang harus diterapkan dalam keluarga. Yaitul fungsi Agama, Sosial Budaya, Cinta dan Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosial dan Pendidikan, Ekonomi, dan terakhir fungsi Lingkungan," sebut Sahidal.

Kaper juga berpesan kepada para pelajar, agar menghindar menikah di usia muda, melakukan seks pra nikah dan mengkonsumi Napza. Jelas Sahidal idealnya menikah bagi laki-laki 25 tahun sementara untuk perempuan 21 tahun. Kata Sahidak sebagaimana yang direkomendasikan oleh pakar kesehatan.

"Generasi Berencana yang sering kita sebut GenRe harus mempersiapkan diri karena kita sebagai masyarakat merupakan pelaku dan penerima manfaat dari pembangunan (people center development), dengan terus belajar agar dapat meningkatkan pendidikan yang berkualitas, Sebagaimana visi dan misi Pemerintah Aceh yaitu Aceh Carong," ujarnya.

Sementara itu, Walikota Langsa, Tgk .Abdullah Usman SE dalam pidatonya yang dibacakan Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Suriyatno, AP. MSP mengatakan, menyambut baik Program SSK da Pojok Kependudukan di SMAN 1 Langsa. Dan berharp para pelajar akan menjadi pioneer agen perubahan yang inovatif di bidang pendidikan kependudukan.

"Kita dorong supaya nantinya menjadi bagian dari kurikulum sekolah minimal satu pelajaran," demikian sarannya.

Sedangkan Kepala Dinas P3A Dalduk dan KB, Safrina Salim, mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan SSK dan akan di kembangkan ke sekolah lainnya yang ada di wilayah kerjanya. (Bahri Asmawi/Saniah LS)​