Depan > Index Berita > Dua Kampung KB di Aceh Dicanangkan
Dua Kampung KB di Aceh Dicanangkan
Selasa, 10 Oktober 2017

BANDA ACEH - Dua Kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat kecamatan di Provinsi Aceh dicanangkan Senin (09/10/2017) oleh pejabat pemerintah daerah setempat.

Peresmian di Gampong Lampaloh, Kec. Lueng Bata, Banda Aceh diresmikan oleh Wakil Walikota Zainal Arifin. Sedangkan di Desa Gosong Telaga Utara, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil dicanangkan oleh Wakil Bupati Sazali.

Turut hadir pada pencanangan Kamapung KB di Banda Aceh, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) BKKBN Pusat, Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK Sekretaris Perwakilan BkkbN Aceh, Husni Thamrin, SE, MM, dan di Aceh Singkil, Kabid Latbang, Drs. Saflawi TR, MM, Kepala SKPK, Muspika, para camat, keuchik, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat gampong.

Deputi KS-PK BKKBN Pusat, Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK di Banda Aceh mengatakan, pembentukan Kampung KB merupakan tindaklanjut arahan dari Presiden RI yang dilanjuti oleh Mendagri melalui surat edaran kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia untuk membentuk dan mencanangkan Kampung KB. Agar manfaat program KKBPK terintergrasi dengan program pembangunan lainnya, sehingga lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

"Program Kampung KB merupakan miniatur pelaksanaan program KKBPK dan program pembangunan lainnya yang terintegritas. Diharapkan program-program tersebut jangan hanya sekedar wancana saja, tetapi perlu juga segera dibentuk Pokja, agar nanti diketahui program pembangunan apa yang menjadi prioritas dan potensi apa yang perlu dikembangkan di desa. Sehingga kesejahteraan masyarakat bisa diwujudkan dengan cepat," demikian kata dr. M. Yanim saat menghadiri pencanangan Kampung KB di Banda Aceh.

Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin dalam pidatonya mengatakan, program KB tidak terpaku pada jumlah anak, melainkan mengatur jarak kelahiran, sehingga ibu sehat dan anak berkualitas serta berkarakter, beriman, berakhlak, dan bermoral yang baik.

"Sejauh masyarakat mampu mewujudkan keluarga yang berkualitas dan sejahtera, silakan punya anak lebih dari dua tapi diatur jarak kelahirannya. Namun di zaman sekarang ini mengurus anak satu saja sudah banyak yang mengeluh," kata Zainal.

Zainal menjelaskan, mengasuh anak sejak dalam kandungan hingga tumbuh menjadi remaja perlu ditekankan pada pendidikan ilmu agama. Sehingga anak tidak saja berkualitas iman, taqwa, akhlak, moralnya saja, tetapi juga berkarakter dan berketahan, sehingga tidak mudah terpengaruh kepada hal-hal negatif seperti narkoba dan pergaulan bebas.

Dia juga menambahkan bahwa selain itu, pemberdayaan dan peningkatan ekonomi di dalam keluarga juga menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. Dia yakin dengan perekonomian meningkat, keluarga berkualitas dan sejahtera dapat diwujudkan.

"Sebagaimana kita ketahui angka penggangguran di Banda Aceh 12 persen dan begitu juga angka kemiskinan yang mencapai 7,6 persen. Jika perekonomian keluarga dapat ditingkatkan dengan kehadiran program Kampun KB, saya yakin angka pengangguran dan kemiskinan dapat diturunkan. Untuk itu saya berharap instansi terkait, terintegrasi bersama BKKBN mensukseskan program Kampung KB," tegasnya.

Sementara itu secara terpisah Wabub Aceh Singkil, Sazali mengatakan, kehadiran Kampung KB tidak saja meningkatkan sumber daya manusia tetapi juga mensejahterakan masyarakat melalui program Kependudukan, Keluarga Berencana, dna Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan program pembangunan lainnya yang terintegrasi.

Senada dengan Wakil Walikota Banda Aceh, Sazali juga meminta agar instansi lain di jajarannya untuk mensukseskan program Kampung KB, disamping meminta potensi lain juga dikembangkan, seperti di Desa Gosong Telaga yang memiliki potensi perikanan dan pariwisata.

"Potensi perikanan dan pariwisata sangat cocok dikembangkan di desa ini melalui program Kampung KB, tentu itu bisa dilakukan jika semua lintas sektor mendukung dan mensukseskan profram Kampung KB," demikian ujarnya. (Saniah LS/Relawan)​